Blog

  • Ubisoft Kembali Dikabarkan Diserang Hacker Pasca Server Rainbow 6 Siege

    Jagat Play

    Memang sial benar nasib Ubisoft di penghujung tahun 2025 ini. Setelah sebelumnya alami serangan hacker secara masif terhadap server Rainbow Six: Siege hingga sebabkan semua servernya dimatikan hingga waktu yang tak ditentukan, kini muncul lagi isu mengenai adanya serangan besar lainnya. Namun, benarkah demikian adanya?

    Sebelumnya sempat beredar rumor mengenai serangan masif baru tersebut, dengan klaim adanya kebocoran data internal hingga 900GB yang mencakup source code, tool internal, dan materi pengembangan game lama maupun yang akan datang. Masalahnya, klaim kebocoran data masif tersebut kini dipertanyakan.

    Kelompok yang pertama kali menyebarkan informasi itu tidak mampu memberikan bukti apa pun untuk mendukung pernyataannya. Bahkan, kelompok lain yang sempat mengklaim telah membobol data pengguna Ubisoft juga telah menarik kembali pernyataan mereka dan mengaku bahwa klaim tersebut tidak benar.

    Sumber internal Ubisoft yang berbicara kepada Insider Gaming berikan kepastian bahwa tim keamanan memang sempat menangani beberapa kebocoran awal tahun ini. Kebocoran tersebut terkait dengan proyek internal seperti “Scout” dan game Far Cry yang sudah dibatalkan dengan codename “Talisker”. Namun, semua kasus itu tidak pernah mencapai skala masif seperti yang belakangan diklaim di media sosial.

    Menurut sumber yang memahami dinamika di balik kelompok hacker tersebut, sebagian besar rumor terbaru itu disebut “terlampau dibesar-besarkan”, dengan dugaan beberapa individu hanya mencari perhatian setelah insiden Rainbow Six Siege menjadi sorotan publik.

    Untuk saat ini, tidak ada indikasi bahwa Ubisoft mengalami kebocoran data raksasa seperti yang dirumorkan. Insiden utama tetap terbatas pada serangan server in-game dari Rainbow Six Siege. Meski masalah itu cukup serius, tetapi skalanya jauh dari bencana keamanan global seperti yang sempat ditakutkan komunitas berkat rumor itu.

    Bagaimana menurut Anda mengenai adanya klaim baru terkait serangan hacker kepada perusahaan pembuat franchise Assassin’s Creed itu?

    Comments

    More Articles

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

    Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

    Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

    Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

    Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

    Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

    Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

    © JagatReview | 2010-2026

  • Investor GoTo dan Grab Obral Saham, Lagi Butuh Uang Cepat Buat Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia - SoftBank Group sedang berjuang untuk memenuhi komitmen investasi US$ 22,5 miliar (Rp 376,65 triliun) di OpenAI. Bahkan, investor GoTo dan Grab asal Jepang tersebut rela mengobral saham di perusahaan portofolionya di seluruh dunia dan melakukan PHK.

    CEO SoftBank Masayoshi Son telah menjual sahamnya di Nvidia senilai US$ 5,8 miliar dan di T-Mobile US senilai US$ 4,8 miliar. Pada September, SoftBank juga telah mengumumkan PHK atas 20 persen dari 300 pegawai di dana investasi Vision Fund.

    Demi investasi di OpenAI, pengucuran dana SoftBank ke perusahaan lain jadi macet. Son kini mengharuskan investasi di atas US$ 50 juta dilakukan lewat persetujuannya.

    Sumber duit lain yang sedang dikejar Son adalah upaya untuk mendorong PayPay listing di bursa saham. Perusahaan aplikasi pembayaran tersebut ditargetkan bisa mendulang US$ 20 miliar lewat IPO.

    Selain itu, SoftBank berencana menjual sahamnya di Didi Global, perusahaan teknologi China yang bisnisnya menyerupai Grab dan Gojek di Indonesia.

    SoftBank juga rela menarik utang yang nilainya mencapai US$ 11,5 miliar. Fasilitas peminjaman tersebut diraih dengan menjadikan sahamnya di Arm, perusahaan desain semikonduktor, sebagai jaminan.

    Dana besar dibutuhkan SoftBank untuk mengamankan kepemilikan saham di Nvidia. Son menyepakati investasi di OpenAI saat perusahaan AI tersebut dihargai US$ 300 miliar pada April. Sejak saat itu, valuasi OpenAI telah menggelembung hingga tiga kali lipat menjadi US$ 900 miliar.

    SoftBank juga membutuhkan uang untuk memenuhi komitmen investasi data center senilai US$ 500 miliar dalam proyek Stargate. OpenAI juga menjadi investor di proyek yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada awal tahun tersebut.

    Beberapa perusahaan Indonesia atau beroperasi di Indonesia juga penerima dana SoftBank Vision Fund. Dua perusahaan terbesar adalah Grab dan Tokopedia, yang kemudian bergabung dengan Gojek sebagai GoTo.

    Tokopedia kemudian dilepas oleh manajemen GoTo ke TikTok. Adapun, Grab dan GoTo akhir-akhir in sedang banyak dibicarakan terkait isu merger.

    Perusahaan Indonesia lain yang menerima modal dari Vision Fund adalah e-Fishery dan Funding Societies (Modalku). Selain itu, Vision Fund juga memegang saham startup asing yang aktif di pasar Indonesia yaitu OYO, Carro, dan Advance Intelligences.

  • World War Z Umumkan Campaign Kolaborasi Dengan The Walking Dead

    Jagat Play

    Saber Interactive resmi umumkan bahwa lembaran kisah selanjutnya untuk World War Z merupakan kolaborasi langsung dengan serial zombie populer The Walking Dead. Konten ini akan meluncur pada Januari 2026 dan menjanjikan pengalaman bermain yang lebih fokus pada ceritanya.

    Pengumuman tersebut dituangkan ke dalam trailer yang perlihatkan adanya tiga chapter cerita baru, menghadirkan ancaman undead tanpa henti. Menariknya, pemain juga dapat menggunakan karakter ikonik dari semesta The Walking Dead seperti Rick Grimes, Michonne, Negan, dan Daryl Dixon, lengkap dengan identitas dan gaya bertarung khas mereka seperti di filmnya.

    Secara konsep, kolaborasi ini terasa wajar. Pasalnya, World War Z memang dikenal dengan serangan zombie berskala besar dan gameplay kooperatif, sementara The Walking Dead kuat di sisi karakter dan narasi yang jadikan serial TV itu sangat disukai. Perpaduan keduanya pasti akan memberi variasi pengalaman bermain yang lebih sinematik, tanpa mengorbankan identitas gameplay inti dari World War Z sendiri.

    Kolaborasi ini akan tersedia di berbagai platform, termasuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X|S, dan PC. Dengan rilis yang begitu dekat, Saber Interactive kemungkinan akan membagikan detail lanjutan, mulai dari mekanik khusus hingga konten tambahan dalam waktu dekat.

    Apakah Anda tertarik untuk memainkan kolaborasi ini ketika rilis nanti?

    Comments

    More Articles

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

    Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

    Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

    Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

    Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

    Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

    Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

    Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

    Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

    © JagatReview | 2010-2026

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!